ZQSCORE.NEWS – Pelatih timnas U-20 Thailand, Emerson Pereira, dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab setelah timnya dipastikan tersingkir dari ajang Piala Asia U-20 2025. ThP.ailand menjadi tim kedua dari Asia Tenggara yang harus angkat koper lebih awal setelah menelan dua kekalahan di fase grup.
Di Grup D, Gajah Perang Muda mengalami kekalahan telak dari Korea Selatan dengan skor 1-4, diikuti oleh hasil pahit lainnya saat menghadapi Jepang yang berakhir 0-3. Kini, mereka hanya menyisakan satu pertandingan melawan Suriah yang akan berlangsung pada Kamis mendatang.
Meski telah dipastikan gagal melaju ke fase berikutnya, Emerson Pereira menegaskan bahwa laga terakhir tetap memiliki arti penting. Bagi Thailand, pertandingan melawan Suriah bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga menjadi ajang untuk menjaga kehormatan tim.
“Pertandingan terakhir melawan Suriah, kami harus bermain untuk diri kami sendiri,” ujar Pereira, dikutip melalui laman Soha.
“Demi kehormatan dan keluarga, kami harus berjuang. Ini akan menjadi pertandingan terakhir kami, dan seluruh tim harus melakukan yang terbaik. Kami tidak boleh melakukan kesalahan seperti di pertandingan sebelumnya.”
Pereira juga mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan analisis terhadap permainan Suriah. Meski belum pernah bertemu sebelumnya, ia telah menyaksikan laga perdana Suriah melawan Korea Selatan dan memahami tantangan yang akan dihadapi.
“Saya menonton pertandingan pertama mereka melawan Korea Selatan. Mereka adalah tim yang kuat, memiliki postur tubuh tinggi, terutama di lini serang,” jelas Pereira.
“Kami perlu menganalisis lebih banyak pertandingan Suriah, termasuk saat mereka menghadapi Jepang, untuk memahami pola permainan mereka dengan lebih baik.”
Selain menganalisis kekuatan lawan, Pereira juga menekankan pentingnya evaluasi internal bagi Thailand. Ia menilai timnya perlu belajar dari kesalahan di dua laga sebelumnya dan melakukan persiapan matang demi mengakhiri turnamen dengan hasil positif.
Sementara Emerson Pereira bersikap terbuka dan siap bertanggung jawab atas kegagalan timnya, pelatih timnas U-20 Indonesia, Indra Sjafri, masih belum memberikan pernyataan resmi setelah Garuda Nusantara tersingkir dari Piala Asia U-20 2025.
Indonesia juga mengalami nasib serupa dengan Thailand setelah dua kekalahan beruntun dari Iran dan Uzbekistan, yang membuat harapan untuk lolos ke semifinal sekaligus meraih tiket ke Piala Dunia U-20 2025 sirna.
Sikap diam Indra Sjafri memunculkan berbagai spekulasi di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Berbeda dengan Pereira yang berusaha mencari solusi dan menjaga semangat tim, Indra tampaknya masih mempertimbangkan langkah selanjutnya sebelum berbicara kepada publik.
Meskipun peluang untuk melaju ke babak selanjutnya telah tertutup, Thailand bertekad memberikan penampilan terbaik di laga terakhir mereka. Dengan harga diri yang dipertaruhkan, tim asuhan Emerson Pereira akan bermain tanpa beban dan berusaha meraih kemenangan sebagai bentuk penghormatan bagi tim dan pendukung mereka.